Sebuah prosesi pemakaman di Provinsi Liaoning, China, mendadak menjadi pusat perhatian internasional setelah pihak keluarga memutuskan untuk menyertakan sebuah mobil mewah asli ke dalam liang lahat. Tindakan yang didasari oleh penghormatan terhadap kegemaran mendiang ini memicu perdebatan sengit mengenai batas antara pelestarian tradisi, pemborosan harta, hingga dampak kerusakan lingkungan.
Latar Belakang dan Sosok Mendiang
Peristiwa ini terjadi di sebuah desa di wilayah Liaoyang, menyusul wafatnya seorang pria lanjut usia berumur sekitar 70 tahun pada awal April 2026. Semasa hidupnya, mendiang dikenal sebagai seorang kolektor kendaraan kelas atas yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia otomotif.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, pihak keluarga memilih untuk tidak menggunakan replika kertas—yang merupakan tradisi umum di China untuk barang-barang persembahan—melainkan menguburkan unit kendaraan asli yang pernah dimiliki oleh almarhum.
Spesifikasi Kendaraan dan Nilai Simbolis
Kendaraan yang dikuburkan bukan merupakan unit sembarang, melainkan sebuah Mercedes-Benz S450L berwarna hitam. Mobil ini diperkirakan memiliki nilai pasar sekitar 1,1 juta yuan atau setara dengan Rp 2,7 miliar.
Selain nilai fisik kendaraan, aspek yang paling menarik perhatian adalah penggunaan pelat nomor “8888”. Dalam kebudayaan Tiongkok, angka delapan dianggap sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kesuksesan yang tak terputus. Pelat nomor dengan kombinasi angka kembar empat tersebut merupakan aset berharga yang di pasar gelap atau lelang resmi bisa mencapai harga 250.000 yuan (sekitar Rp 628 juta).
Detail Prosesi Pemakaman
Berdasarkan dokumentasi visual yang beredar di media sosial pada pertengahan April 2026, prosesi tersebut melibatkan alat berat dan partisipasi warga desa:
- Pengerjaan Teknis: Sebuah ekskavator digunakan untuk mengangkat badan mobil yang telah dihiasi kain dan pita merah—simbol penghormatan dalam tradisi setempat—ke arah liang lahat yang telah disiapkan secara khusus.
- Partisipasi Komunitas: Puluhan warga desa terlihat membantu mendorong kendaraan tersebut masuk ke dalam liang kubur sebelum akhirnya ditimbun menggunakan tanah secara manual maupun berbantuan alat.
[Table: Rincian Estimasi Biaya Pemakaman]
| Komponen Persembahan | Estimasi Nilai (Yuan) | Estimasi Nilai (Rupiah) |
|---|---|---|
| Unit Mercedes-Benz S450L | 1.100.000 | Rp 2,7 Miliar |
| Pelat Nomor Keberuntungan (8888) | 250.000 | Rp 628 Juta |
| Total Estimasi Persembahan | 1.350.000 | Rp 3,328 Miliar |
Ekspor ke Spreadsheet
Teguran Pemerintah dan Isu Lingkungan
Aksi ini segera mendapatkan respons negatif dari pemerintah setempat. Otoritas berwenang mengeluarkan teguran keras kepada pihak keluarga dengan alasan:
- Pelanggaran Regulasi Pemakaman: Pemerintah China sedang gencar mempromosikan pemakaman yang lebih sederhana dan ramah lingkungan melalui kebijakan reformasi pemakaman.
- Risiko Lingkungan: Mengubur kendaraan bermesin utuh menimbulkan risiko kebocoran cairan kimia berbahaya, seperti oli mesin, air aki, dan sisa bahan bakar yang dapat mencemari tanah serta sumber air tanah di pemukiman warga.
- Kritik Sosial: Tindakan ini dianggap mempertontonkan kekayaan secara berlebihan (ostentatious consumption) yang bertentangan dengan nilai-nilai kesederhanaan yang didorong oleh negara.
Menanggapi tekanan publik dan teguran otoritas, pihak keluarga akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Insiden ini kini menjadi bahan diskusi luas di China mengenai bagaimana menyeimbangkan penghormatan kepada leluhur tanpa harus melanggar norma sosial dan hukum lingkungan modern.
