Mengapa Mahasiswa Indonesia Memilih Kuliah di Rusia? Panduan Lengkap Pendaftaran dan Beasiswa

Mengapa Mahasiswa Indonesia Memilih Kuliah di Rusia? Panduan Lengkap Pendaftaran dan Beasiswa

Jakarta – Rusia kian memantapkan posisinya sebagai destinasi pendidikan tinggi yang menarik bagi mahasiswa Indonesia. Negara yang menempati peringkat ketujuh secara global dalam ekspor pendidikan ini menawarkan akses ke program akademik modern dan peluang kerja yang luas, sehingga jumlah mahasiswa Indonesia yang memilih berkuliah di sana terus meningkat setiap tahun.

Baca Juga : Klarifikasi KAI Commuter: Bantah Isu Pemecatan Petugas Terkait Kasus Tumbler Hilang di KRL

Daya tarik universitas-universitas Rusia terletak pada kualitas pelatihan yang solid di berbagai bidang krusial, seperti teknik, ekonomi, teknologi informasi, dan kedokteran. Mahasiswa mendapat kesempatan untuk bekerja dengan peralatan terkini serta menjalani magang di perusahaan-perusahaan besar. Setiap tahun, Rusia menyambut mahasiswa dari lebih dari 170 negara, menjadikannya salah satu pusat pelatihan internasional terbesar.

Faktor Pendorong Pilihan Mahasiswa

Keputusan mahasiswa Indonesia memilih Rusia sering kali didorong oleh kombinasi antara kualitas akademik dan daya tarik budaya. Dwinanadamaria Biantarindra, seorang lulusan dari Pirogov Russian National Research Medical University di Moskow, membagikan pengalamannya:

“Saudari saya belajar di St Petersburg, jadi saya ingin lebih dekat dengannya. Sebelum pindah ke Rusia, saya belajar kimia di Jerman. Tapi Rusia memberi saya kesempatan untuk belajar kedokteran, itu selalu menjadi impian saya,” ujar Dwinanadamaria. “Saya juga menyukai piano, dan Tchaikovsky yang berasal dari Rusia juga mempengaruhi pilihan saya.”

Ia menambahkan, kekayaan budaya, efisiensi sistem transportasi publik seperti metro, dan kedalaman bahasa Rusia menjadi faktor yang membuatnya jatuh cinta pada negara tersebut.

Program studi yang paling diminati oleh mahasiswa Indonesia, menurut Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia, meliputi: hubungan internasional, kedokteran umum, manajemen, ekonomi, teknik minyak dan gas, ilmu komputer, teknik penerbangan, dan sumber daya manusia.

Kerja Sama Bilateral dan Kuota Beasiswa

Hubungan pendidikan antara kedua negara semakin erat. Pada Juni 2025, Rusia dan Indonesia menandatangani perjanjian antarlembaga mengenai kerja sama di bidang pendidikan tinggi. Perjanjian terpisah mengenai pengakuan mutual gelar akademik diharapkan akan segera ditandatangani, memperluas peluang kerja bagi lulusan.

Saat ini, sekitar 700 mahasiswa Indonesia terdaftar di berbagai universitas Rusia, dengan hampir 80% di antaranya belajar melalui kuota beasiswa pemerintah Rusia, menunjukkan dukungan kuat dari Kremlin terhadap pertukaran pendidikan.

Di tingkat universitas, tercatat ada lebih dari 256 perjanjian kerja sama yang mendukung pertukaran mahasiswa dan penelitian bersama.

Universitas Pilihan Utama Mahasiswa Indonesia:

  1. National Research Tomsk State University
  2. Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN University), Moscow
  3. Kazan (Volga Region) Federal University
  4. National Research University “Higher School of Economics”
  5. ITMO University, St Petersburg

Fokus Khusus: Tomsk Polytechnic University dan Energi Nuklir

National Research Tomsk State University (TPU) adalah universitas pertama di Rusia yang menandatangani perjanjian kerja sama resmi dengan Badan Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia.

Vera Verkhoturova, Advisor to the Rector for International Relations di Tomsk Polytechnic University, menjelaskan fokus kerja sama mereka: “Kerja sama kami berfokus pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi nuklir, termasuk proyek bersama dengan Rosatom. Namun, misi utama universitas kami adalah melatih mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri di negara asal mereka.”

Oleh karena itu, mahasiswa Indonesia di TPU tidak hanya mempelajari program nuklir tradisional seperti Fisika dan Teknologi Nuklir, tetapi juga bidang strategis lainnya seperti Teknik Minyak dan Gas, Teknik Mesin, dan Teknik Energi dan Listrik.

Jalur Pendaftaran dan Beasiswa ke Universitas Rusia

Calon mahasiswa Indonesia memiliki beberapa opsi untuk menempuh studi di Rusia, baik melalui jalur berbayar maupun jalur studi gratis. Rusia memiliki lebih dari seribu universitas, dan informasi lengkap mengenai program studi dan institusi tersedia di situs web studyinrussia.education.

Opsi Studi Gratis (Beasiswa):

1. Kuota Beasiswa Pemerintah Rusia

  • Proses Seleksi: Dilakukan setiap tahun. Calon mahasiswa disarankan menghubungi Kedutaan Besar Rusia di Indonesia untuk mendapatkan bantuan memilih universitas, menyiapkan aplikasi, dan mengurus dokumen.
  • Waktu Pendaftaran: Proses pendaftaran biasanya dimulai satu tahun sebelum dimulainya studi.
  • Tahap Seleksi: Meliputi ujian, penilaian nilai sekolah, evaluasi prestasi individu, dan wawancara untuk menilai motivasi, yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Rusia di Indonesia.

2. Olimpiade Akademik dan Kompetisi Internasional

  • Cara lain untuk mendapatkan akses gratis ke universitas-universitas terkemuka adalah dengan memenangkan atau meraih peringkat tinggi dalam Olimpiade Akademik yang diselenggarakan oleh universitas Rusia atau kompetisi internasional, seperti OpenDoors atau Olimpiade Internasional tentang Keamanan Keuangan.

Ujian masuk atau wawancara mungkin diperlukan, dan biaya kuliah (untuk jalur berbayar) akan bervariasi tergantung program dan universitas yang dipilih.