Jakarta – Dunia teknologi digemparkan oleh gugatan serius yang diajukan oleh pengusaha muda Michelle Ritter (31) terhadap mantan CEO Google, Eric Schmidt (70). Gugatan yang didaftarkan di Pengadilan Tinggi Los Angeles County pekan lalu ini mencakup tuduhan pemerkosaan, kekerasan fisik, pelecehan, dan pengawasan diam-diam.
Baca Juga : Tragedi Kebakaran Apartemen di Hong Kong: 128 Korban Tewas, Wilayah Tetapkan Tiga Hari Masa Berkabung
Michelle Ritter bukanlah figur baru di Silicon Valley. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan ambisius, dengan latar belakang pendidikan yang prestisius. Ritter merupakan lulusan sarjana dari Johns Hopkins University, dan kemudian meraih gelar ganda di bidang hukum (Juris Doctor – JD) dan bisnis (Master of Business Administration – MBA) dari Columbia University. Sebelum menjalin hubungan dengan Schmidt, Ritter mendirikan StarX Networks, sebuah platform yang memungkinkan penggemar berinvestasi pada performa atlet.
Hubungan Bisnis dan Romantis
Ritter bertemu Eric Schmidt pada September 2020. Pertemuan ini lantas berkembang menjadi hubungan profesional dan romantis. Bersama Schmidt, Ritter ikut mendirikan Steel Perlot, sebuah inkubator startup yang melahirkan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Keeta, jaringan pembayaran.
Di balik layar, Ritter mengklaim keterlibatannya dalam pekerjaan strategis Schmidt meluas, mulai dari mengedit buku bersama Henry Kissinger, mempersiapkan dokumen untuk pemerintahan Biden, hingga memberikan masukan saat Schmidt berupaya membeli tim NFL, Washington Commanders.
Detail Tuduhan Kekerasan Seksual
Hubungan yang awalnya tampak menjanjikan ini kini berakhir dengan konflik hukum yang serius, di mana Ritter membeberkan serangkaian insiden kekerasan.
Salah satu kejadian paling mengerikan yang diklaim Ritter terjadi pada November 2021 di sebuah kapal pesiar mewah. Ritter menuduh Schmidt melakukan pemerkosaan terhadapnya.
“Dia mengikuti saya ke kamar mandi, membenturkan saya ke dinding, dan memperkosa saya secara paksa. Saya memohon agar dia berhenti dan mengatakan bahwa dia menyakiti saya, tetapi dia mengabaikan permintaan saya,” ungkap Ritter dalam gugatannya. Tuduhan tersebut berlanjut dengan klaim bahwa keesokan paginya, Schmidt berusaha meyakinkannya bahwa ia menikmati serangan tersebut.
Selain itu, Ritter juga mengklaim adanya peristiwa lain pada acara Burning Man 2023, di mana Schmidt disebut memulai aktivitas seksual saat Ritter sedang tertidur.
“Saya sudah mengatakan ‘tidak’ dan berusaha menghentikannya, tapi saya tahu perlawanan hanya membuat keadaan lebih buruk,” ujar Ritter, merujuk pada situasi yang memaksanya berhenti melawan.
Gugatan hukum ini kini menjadi fokus perhatian, menyoroti dinamika kekuasaan dan tuduhan pelanggaran serius di antara tokoh-tokoh berpengaruh di dunia teknologi.
